Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted by on Sep 7, 2013 in Bandung, Slide | 0 comments

Bandung Tempo Dulu & Sekarang

Dulu Bandung ibarat surga di tanah parahyangan, berpanorama indah dan berhawa dingin. Saking indahnya bahkan dikenal ungkapan bahwa Tuhan menciptakan Kota Bandung sambil tersenyum. Kini, Bandung macet dimana-mana, hawanya makin panas.

Jalan Braga yang sangat kental sisi historisnya, kini rusak akibat pemkot yang memaksakan mengganti kontur jalan yang tadinya aspal menjadi batu granit, tujuannya bagus, agar lebih artistik tapi tidak melalui pertimbangan teknik arsitektur.

Tempat pemandian Tjihampelas kini telah digusur, digantikan dengan hotel berdiri di atasnya.

Pembangunan FO dan hotel yang begitu pesat tanpa dibarengi dengan penyediaan lahan parkir menjadikan masalah baru, kemacetan di tiap akhir pekan.

Kawasan penyerapan air di Punclut kini telah banyak berubah menjadi bangunan beton, villa orang-orang berduit, yang notabene bukan penduduk Bandung.

Banjir cileuncang, banjir yang menggenangi jalan-jalan di Bandung ketika hujan dikarenakan saluran air dibawahnya sudah tidak bisa menampung air hujan lagi.

Jalan berlubang, jalan berlubang ibarat ‘ranjau darat’ bagi pengendara motor yang tidak berhati-hati.

Sampah, Kota Bandung sampai saat ini belum menemukan cara penanggulangan sampah yang efektif dan tidak mencemari lingkungan.

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Protected by WP Anti Spam